OSN 2015 Resmi Dibuka

OSN-copyYogyakarta – Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2015 resmi dibuka oleh Direktur Jenderal Pendidikan Menengah (Dirjen Dikmen) Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Prof. Achmad Jazidie dan Gubernur DIY Sultan HB X di Jogja Expo Center (JEC). Jazidie mengatakan OSN merupakan agenda penting dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. OSN akan menumbuhkembangkan kecintaan peserta didik atas pengetahuan sains dan teknologi. Diharapkan hasil OSN ini penerapannya dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Untuk itu OSN 2015 ini dapat menghasilkan peserta didik yang terbaik bagi negeri ini.

“OSN Dirancang untuk menyiapkan peserta didik terbaik untuk mengikuti olimpiade tingkat internasional,” ujarnya Selasa (19/5/2015).

Jazidie mengatakan dalam OSN 2015 di Yogyakarta diikuti 2562 partisipan. Peserta lomba dari tingkat SD hingga SMA. Mulai dari bidang yang dilombakan seperti Matematika, IPA, biologi murni dan terapan, Fisika murni dan terapan, IT, astronomi kebumian ekonomi dan cerdas cermat. Selain itu nantinya juga akan ada Pameran pendidikan dan wisata edukasi ke sejumlah tempat di Jogjakarta.

“SD, SD luar biasa, SMP, SMP luar biasa, SMK luar biasa SMA luar biasa dan SMA SMK diikuti pendamping dan pembina dan orang tua,” ujarnya.

Sementara itu Gubernur DIY Sultan HB X mengatakan perlu memikirkan menyusun pendidikan sains dapat diterima oleh tiap siswa. Agar setiap siswa yang lemah mengikuti sains dapat mengikuti dan tertarik. Hal ini demi memajukan Indonesia di mata dunia bahwa Indonesia tidak lagi dianggap lemah di bidang sains.

“Kalo dulu ada anggapan kalo penguasaan sains siswa kita masih lemah. Hal itu terbantahkan oleh prestasi yang diukir oleh siswa kita di tingkat Internasional. Prestasi mereka adalah stabdar yang baik. Prestasi itu memperlihatkan indonesia masih baik,” ujarnya.

Olimpiade yang digelar sejak 19 sampai 24 Mei 2015 ini Sultan berharap agar para siswa yang berprestasi ini dapat dibimbing lagi sehingga para siswa ini dapat meningkatkan kemajuan bangsa. Perhatian pemerintah kepada para siswa berprestasi ini agar tidak “diambil” bangsa lain.

“Ketika banyak anak muda mementingkan lifestyle mereka justru membuat harapan masa depan indonesia. Siswa siswa jenius kita sudah diintip oleh universitas asing,” ujarnya. (Eka)

Sumber: http://osndikbud.com

About the Author: yramaedu

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>